Kode Otentikasi telah dikirim ke nomor telepon melalui WhatsApp
Dalam merawat anak di tahun-tahun awal kehidupannya, penting bagi orang tua untuk tidak hanya fokus pada pertumbuhan tinggi dan berat badan mereka. Perlindungan terhadap tulang belakang bayi juga sangat penting dan membutuhkan perhatian khusus. Selama masa pertumbuhan tulang belakang bayi, orang tua harus berusaha menghindari beberapa kesalahan yang dapat mempengaruhi kesejahteraan fisik anak mereka di masa depan. Mari kita lindungi masa depan mereka dengan memberikan perhatian yang tepat pada setiap aspek perkembangan mereka.
Dalam tiga bulan pertama perkembangannya, struktur tulang belakang bayi masih sangat lembut. Untuk itu, disarankan bagi orang tua untuk menghindari menggendong bayi dalam posisi mendatar. Posisi ini dapat memberikan tekanan pada tulang belakang bayi yang berpotensi menyebabkan deformasi selama masa pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Jika Anda menggendong bayi dalam posisi yang terlalu tegak, beban kepala bayi dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang lehernya. Hal ini bisa berpotensi merusak dan berpengaruh negatif terhadap perkembangan area leher bayi yang baru lahir. Menggendong bayi memang bukanlah hal yang sederhana, membutuhkan keterampilan dan pengalaman dari orang tua. Untungnya, saat ini banyak kursus bagi orang tua baik sebelum maupun setelah melahirkan untuk membantu mereka mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.
Untuk menggendong bayi dengan cara yang ideal, orang tua disarankan untuk memposisikan bayi secara miring, dimana kepala bayi berada di posisi tinggi dekat otot bisep pada bulan pertama. Setelah satu bulan, Anda dapat mulai menggendong bayi dalam posisi berbaring. Meskipun demikian, metode terbaik adalah dengan membiarkan bayi berbaring tengkurap dan bersandar pada bahu orang tua, sambil menggunakan tangan Anda untuk mendukung leher bayi guna mengurangi tekanan pada tulang belakangnya.

Cara menggendong bayi (Foto: Internet)
Banyak orang tua yang sangat mencintai anak mereka sering kali merasa khawatir melihat anak mereka menangis atau terluka, dan akibatnya sering memeluk mereka. Namun, tindakan ini dapat secara tidak sengaja berdampak negatif pada bayi, menyebabkan pernapasan dan tulang bayi menjadi tidak seimbang, yang dapat menimbulkan gejala-gejala bungkuk pada bayi baru lahir. Selain itu, tindakan ini juga bisa membuat bayi menjadi lemah dan hanya bisa tidur jika digendong oleh orang dewasa.
Ada sebuah ungkapan bijak yang berbunyi: "Bayi pada usia 7 bulan biasanya sudah mulai berguling, merangkak di usia yang sama, dan berjalan saat mereka mencapai 9 bulan." Ungkapan ini memiliki kebenaran tersendiri. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi para orang tua untuk tidak terburu-buru dalam melatih bayinya duduk terlalu dini. Hal ini dapat mencegah risiko skoliosis atau kondisi bungkuk saat anak tumbuh dewasa. Sebagai gantinya, sebaiknya biarkan perkembangan bayi berlangsung secara alami dan bebas. Ini penting agar tulang belakang mereka dapat kuat dan sehat untuk mendukung pergerakan mereka di masa depan.

Bayi baru lahir memiliki punggung bungkuk karena orang tuanya terlalu dini memasukkannya ke dalam kereta dorong (Foto: Internet)
Pada bayi yang berusia kurang dari 6 bulan, struktur tulang mereka masih dalam kondisi lembut dan belum cukup kuat untuk menopang berat tubuhnya. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi orang tua untuk tidak memposisikan anak mereka di stroller pada usia yang terlalu dini. Hal ini dapat mencegah risiko terjadinya kelainan postur seperti bungkuk dan skoliosis pada bayi baru lahir.
Terkadang, ada tindakan yang mungkin kita anggap tidak berbahaya, namun ternyata memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap perkembangan buah hati kita. Semoga informasi dari Bunda dan si Kecil ini dapat menjadi panduan bagi Anda dalam merawat dan melindungi putra-putri tercinta Anda dengan cara terbaik.